Sibuk mengurus rumah, bekerja, dan mengasuh anak kadang membuat sebagian ibu terjebak dalam rutinitas, sehingga lupa membahagiakan diri sendiri dan menjadi stres. Yuk, Bunda, simak tips menjadi ibu bahagia berikut ini.
Keluarga
bahagia bermula dari ibu yang bahagia. Bisa jadi ungkapan ini benar adanya
karena stres yang dialami ibu dapat “menular” ke anggota keluarga lainnya.
Inilah alasannya mengapa perasaan ibu dapat tercermin pada perilaku anak.
Ditambah lagi, orang tua yang mengalami stres akan menjadi tidak sensitif dan
tidak responsif terhadap kebutuhan anak.
Menjadi
Ibu Bahagia
Bunda pasti
pernah mengalami stres dalam mengurus pekerjaan kantor dan rumah. Hal-hal
di bawah ini dapat menjadi panduan bagi Bunda untuk tetap merasa bahagia walau
sibuk menjalani dua peran:
1.
Tidak semua saran orang harus dilakukan
Melengkapi
diri dengan berbagai informasi memang penting. Tetapi, terlalu banyak
mendengarkan pendapat orang justru bisa membuat Bunda tidak percaya pada
pilihan dan keputusan sendiri.
Bunda perlu
menyadari bahwa tidak ada satu langkah yang pasti tepat untuk dilakukan pada
setiap anak. Meskipun telah menghadiri seminar dan membaca banyak buku parenting, Bunda
perlu tetap memercayai insting dan pengalaman Bunda sendiri dalam menentukan
hal yang tepat untuk Si Kecil.
2.
Dengar, tapi tidak dimasukkan hati
Kapan pun dan
di mana pun, Bunda pasti akan mendengar orang lain berkomentar tentang apa yang
kurang atau salah mengenai cara Bunda membesarkan anak. Komentar-komentar
tersebut bisa menyakitkan dan membuat Bunda meragukan kemampuan diri sendiri
dalam mengasuh anak.
Ingat, tidak
semua komentar perlu Bunda dengarkan. Pilah kembali mana yang memang bersifat
membangun. Jika komentar tersebut hanyalah basa-basi belaka, Bunda dapat
mengabaikannya atau sekadar menjawab “ya”, agar komentar cepat selesai. Lebih
baik Bunda fokus kepada cara terbaik untuk membesarkan Si Kecil.
4.
Ibu sibuk, anak mandiri
Bunda tidak
perlu terlalu merasa bersalah jika memang tidak punya banyak waktu bersama Si
Kecil, sebanyak yang Bunda harapkan. Anak-anak dari ibu pekerja terbukti mampu
menjadi anak yang lebih mandiri, bahagia, sukses dalam pekerjaan, dan
memperoleh pendapatan yang lebih tinggi.
Dengan arahan
yang jelas, mereka bisa belajar sendiri mengerjakan beragam pekerjaan rumah
yang sederhana. Pastikan Bunda menyediakan sedikit waktu di sela-sela
pekerjaan, untuk menyampaikan perhatian dengan menanyakan kabar dan kondisinya.
4.
“Bermain” dengan aturan
Fleksibel
dengan aturan ternyata dapat membawa kesenangan bagi orang tua dan anak. Bunda
dapat memberi perlakuan khusus agar Si Kecil merasa rileks di waktu tertentu.
Misalnya, Si Kecil boleh tidur di atas jam 9 malam di akhir pekan, atau
mendapat ekstra waktu main game jika
membantu menyapu rumah.
5.
Tata ulang prioritas
Mengatur
bagaimana kita menghabiskan waktu ternyata berperan penting dalam
kebahagiaan lho. Bunda
dapat mencoba mencari cara untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama
keluarga.
Misalnya,
daripada menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyetrika pakaian, bagaimana jika
sesekali menyerahkannya pada jasa laundry sehingga
Bunda bisa pergi nonton film anak bersama Si Kecil?
6.
Luangkan waktu untuk diri sendiri
Bunda tidak
perlu takut atau sungkan untuk meminta bantuan pengasuh anak, kerabat, atau
teman untuk menjaga Si Kecil saat Bunda perlu pergi keluar. Percaya deh, menghabiskan waktu
sejenak untuk diri sendiri dapat membuat Bunda merasa segar, sehat, dan lebih
siap untuk kembali merawat Si Kecil.
Agar menjadi
ibu bahagia, Bunda perlu ingat untuk tidak selalu menghiraukan apa yang
dikatakan orang lain. Selain itu, biasakan untuk mengatakan hal-hal yang
positif pada diri sendiri, bukannya justru terus mengkritik dan menyalahkan
diri. Ingat, jika Bunda bahagia, Si Kecil juga akan bahagia.
Post A Comment:
0 comments: