Si Kecil sering batuk pilek? Jangan khawatir, Ibu. Anak-anak memang rentan terserang penyakit tersebut. Apalagi jika Si Kecil sering melakukan kebiasaan buruk seperti di bawah ini.
Si Kecil yang
berusia kurang dari 2 tahun bisa terkena batuk pilek sebanyak 8-10
kali dalam setahun. Sedangkan pada anak yang usianya sudah lebih dari 2 tahun,
batuk pilek bahkan bisa terjadi hingga 9-12 kali dalam setahun.
Anak-anak
rentan terkena batuk pilek karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sanggup
melawan virus yang masuk. Namun bukan hanya itu, beberapa kebiasaan buruk Si
Kecil tanpa disadari juga bisa meningkatkan risikonya terkena batuk pilek.
Kebiasaan
Buruk Pemicu Batuk Pilek Si Kecil
Berikut ini
adalah beberapa kebiasaan buruk anak yang bisa menyebabkannya terserang batuk
pilek:
1.
Malas mencuci tangan
Kebanyakan
anak-anak suka menyentuh dan memegang benda-benda di sekitarnya. Padahal
benda-benda tersebut bisa saja menjadi sarang kuman penyebab penyakit. Saat
menyentuh suatu benda, debu, kotoran, bakteri, virus, parasit, atau jamur yang
ada di permukaan benda tersebut akan berpindah ke tangan Si Kecil.
Oleh karena
itu, selalu ajarkan Si Kecil untuk rajin mencuci tangan dengan sabun
dan air bersih selama 20 detik, terutama sebelum dan sesudah makan, setelah
buang air kecil dan buang air besar, serta setelah bermain. Jika tidak ada air
dan sabun, gunakan hand
sanitizer khusus anak untuk membersihkan tangannya.
2.
Menyentuh wajah
Menyentuh
mulut, hidung, dan mata dengan tangan yang kotor dapat menyebabkan Si Kecil
terkena batuk pilek. Kuman-kuman yang ada di tangan Si Kecil bisa masuk ke
dalam tubuh melalui organ-organ tersebut dan membuatnya sakit.
Eits, tapi bukan hanya
kebersihan tangan Si Kecil yang perlu diperhatikan, Bu! Tangan Ibu, Ayah, dan
orang lain juga perlu dibersihkan dulu sebelum menyentuh Si Kecil, terlebih di
bagian wajah.
3.
Tidak berganti pakaian setelah pulang sekolah atau bermain
Virus dan
bakteri penyebab batuk pilek dapat menempel dan bertahan hidup di pakaian
selama berjam-jam. Jadi ketika Si Kecil pulang dari sekolah atau pulang
bermain, minta dia untuk segera berganti pakaian dan mencuci tangan.
4.
Berbagi penggunaan alat makan
Minum air
dari sedotan atau gelas yang sama dengan orang lain juga dapat membuat Si Kecil
lebih rentan terkena batuk pilek, meskipun orang lain itu adalah orang tua atau
saudaranya sendiri.
Begitu pula
halnya jika dia menerima suapan makanan dari sendok atau tangan orang lain.
Terlebih jika orang lain tersebut memang sedang batuk pilek.
5.
Susah makan dan minum
Ada sebagian
anak-anak yang perlu dibujuk untuk mau makan atau minum, apalagi untuk makan
sayur dan buah. Nah,
malas makan dan minum, ditambah lagi kebiasaan jajan sembarangan, akan membuat
Si Kecil lebih rentan terkena batuk pilek.
Kurangnya
asupan nutrisi akibat kebiasaan tersebut dapat membuat daya tahan tubuh anak
menjadi lebih lemah. Ujung-ujungnya, Si Kecil jadi lebih mudah terkena batuk
pilek.
6.
Susah tidur
Untuk
menunjang tumbuh kembang dan daya tahan tubuhnya, anak-anak butuh waktu
tidur yang lebih lama dari orang dewasa. Si Kecil usia 3-5 tahun
membutuhkan waktu tidur sebanyak 10-13 jam sehari, sedangkan Si Kecil usia 6-13
tahun butuh tidur sebanyak 9-11 jam sehari.
Kalau Si
Kecil kurang istirahat, daya tahan tubuhnya akan melemah sehingga dia lebih
rentan terkena penyakit. Jadi, jangan heran kalau Si Kecil lebih sering sakit
batuk pilek saat dia jarang tidur siang atau sering tidur larut
malam.
Untuk membuat
Si Kecil lebih nyaman saat sakit batuk pilek dan bisa tidur lebih nyenyak, Ibu
bisa mengoleskan balsam yang mengandung bahan alami, seperti eucalyptus dan
ekstrak chamomile,
yang hangat dan memberikan efek relaksasi.
Namun, jika
batuk pileknya tidak kunjung reda selama lebih dari tiga hari, sebaiknya periksakan
ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Di rumah, Ibu dapat
mempercepat pemulihannya dengan memberikan Si Kecil makanan bernutrisi.
Pastikan juga dia cukup minum air dan cukup istirahat.
Post A Comment:
0 comments: